Rabu, 19 Februari 2014

Pengertian Akuntansi dan Macam macam Akuntansi


PENGERTIAN DAN
RUANG LINGKUP AKUNTANSI
A.    PENGERTIAN AKUNTANSI
Luasnya budang kegiatan akuntansi mengakibatkan pengertian akuntansi tergantung dari sudut pandang mana penekanannya.  Salah satu definisi mengenal akuntansi diberikan oleh American Accounting Association, yang terjemahannya sebagai berikut:”akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomis untuk memungkinkan pembuatan pertimbangan-petimbangan dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas oleh pemakai informasi tersebut.”
Pengertian diatas menekankan kepada fungsi dan kegiatan akuntansi, sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Dipandang dari sudut fungsi stau kegunaanya, akuntansi merupakana aktivitas jasa yang menyediakan informasi penting untuk penilaian jalannya perusahaan, sehingga memungkinkan pimpinan perusahaan atas pihak-pihak di luar perusahaan membuat pertimbangan- pertimbangan dan mengambil keputusan yang tepat.
2.      Dipandang dari sudut kegiatannya, akuntansi merupakan suatu proses yang meliputi identifikasi(penentuan), pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomis.
Informasi ekonomis yang dihasilkan oleh akuntansi adalah data transaksi yang terjadi didalam perusahaan.  Data transaksi tersebut dinyatakan dalam satuan uang.  Karena itu yang menjadi sasaran atau obyek akuntansi adalah transaksi yang bersifat finansil (keuangan), atau transaksi yang akibatnya dapat diukur dengan satuan uang.  Oleh karena itu, semua data transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode tertentu harus diproses, sehingga menjadi data yang lebih sederhana dan lebih berguna bagi semua pihak yang memerlukan data tersebut.
Rangkaian proses itulah yang merupakan kegiatan akuntansi dalam menjalankan fungsinya, yaitu menyediakan informasi keuangan bagi piahk-pihak yang memerlukan .  dalam pelaksanaannya semua transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode diproses dalam tahap kegiatan sebagai berikut:
1.      Pengidentifikasian (Penentuan) dan pengukuran.
2.      Pencatatan (Recordimg).
3.      Penggolongan (Classification).
4.      Pengikhtisiran (Summarizing).
5.      Penyusan laporan Keunagan (reporting).

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa dipandang dari sudut kegiatannya atau dalam arti sempit, akuntansi adalah suatu proses yang meliputi pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan penyajian lapoeran mengenai transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan.  Selain dari kegiatan di atas, dala ruang lingkup yang lebih luas kegiatan akuntansi juga meliputi perencanaan system pencatatan dan interprestasi (penafsiran) atas laporan keuangan.

B.   BIDANG BIDANG AKUNTANSI
Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menuntut pengembangan dibidang kegiatan akuntansi.  Masalah-masalah yang dihadapi oleh pimpinan perusahaan semakian kompleks, sehingga pada bidang bidang tertentu perlu penanganan secara khusus.  Sejalan dengan tuntutan tersebut timbul pengkhususan bidang kegiatan akuntansi, di antaramya sebagai berikut:
1.      Akuntnasi Keuangan (financial Accounting).
Akuntansi keuangan disebut juga akuntansi umum (general accounting), Yaitu akuntansi yang sasaran (obyek) kegiatannya adalah transaksi keuangan yang menyangkut perubahan harta, hutang, dan modal sutatu perusahaan.  Akuntansi keuangan bertujuan menyajikan laporan keuanagan untuk kepentingan pihak intern perusahaan (manajemen) dan pihak-pihak ekstern, misalnya bank, investor, pemerintah, dan masyarakat umum.
Kegiatan akuntansi keuangan beriorentasi kepada transaksi-transaksi yang sudah terjadi (data historis), yang proses dengan menerapkan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima oleh umum.
2.Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi Biaya yaitu akuntansi yang sasaran kegiatannya adalah transaksi keuangan yang berhubungan dengan biaya-biaya.  Misalnya, biaya-biaya yang berhubunagan dengan proses pembuatan produk.  Akuntansi biaya bertujuan menyediakan informasi biaya yang diperlukan untuk kepentingan intern (pimpinan perusahaan), yaitu untuk menilai pelaksanaan operasi perusahaan dan menentukan rencana kegiatan di masa datang.  Kadang-kadang akuntansi biaya diartikan sama dengan akuntansi manajemen, karena sasarannya hampir sama.  Hanya akuntansi manajemen lebih menekan kegiatannya kepada pengolahan data biaya sebagai hasil proses akuntansi biaya, untuk membantu manajemen dalam menentukan pilihan-pilihan (alternsatif) tindakan di masa datang.
3.Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Akuntansi perpajakan adalah akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan penentuan obyek pajak yang menjadi beban perusahaan serta perhitungannya untuk kepentingan penyusunan laporan pajak.  Kegiatan akuntansi perpajakan fungsinya membantu manajemen dalam menentukan pilihan-pilihan transaksi yang akan terjadi, sehubungan dengan pertimbangan-pertimbangan perpajakan.  Oleh karena itu yang bekerja dalam bidang ini harus mengetahui benar tentang undang-undang perpajakan yang berlaku.
4.Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
Akuntansi anggaran adalah akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pengumpulan dana pengolahan data operasi keuangan yang sudah terjadi, serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi untuk kepentingan penentapan rencana operasi keuangan perusahaan (anggaran) dalam satu periode tertentu..
Catatan-catatan mengenai perbandigan antara rencana operasi keuangan yang telah ditetapkan denagn pelaksanaannya merupakan alat bantu manajemen dalam melaksanakan fungsi pengawasan.


5. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Akuntansi pemeriksaan adalah akuntansi yang kegiatanya berhubungan dengan pemeriksaan  terhadap catatan-catatan hasil kegiatan akuntansi keuangan, yakni untuk menguji kelayakan laporan keuangan yang dihasilkannya. Akuntansi pemeriksaan bersifat independen (bebas),sehingga hasil pemeriksaan akuntan dapat dijamin kebenaranya(objektif).Laporan keuangan dinyatakan layak,jika proses penyusunannya sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim,atau telah diterima secara umum.Dengan demikian kegiatan akuntansi pemeriksaan terutama ditekankan kepada pemeriksaan terhadap penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang telah diterima secara umum.
6.Akuntansi Pemerintahan(Governmental Accounting)
Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang kegiatanya berhubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan Negara,atau sering disebut juga dengan istilah administrasi keuangan Negara.

C.PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN TERHADAP INFORMASI    AKUNTANSI
Informasi akuntansi adalah data transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan selama satu periode tertentu yang diikhtisarkan dalam bentuk laporan keuangan.
Laporan keuangan meliputi neraca yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan, laporan rugi laba yang menggambarkan perkembangan dan hasil usaha perusahaan, serta laporan-laporan lainnya.  Dengan demikian laporan keuangan merupakan alat komunikasi antara kegiatan ushaa perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan dan perkembangan perusahaan yang bersangkutan.
Pihak –pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah sebagai berikut:
1.Pimpinan Perusahaan
Laporan keuangan bagi pimpinan perusahaan berfungsi sebagai:
a)      Bukti pertanggungjawaban bagi para pemilik perusahaan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengelola perusahaan.
b)      Alat penilaian atas pelaksanaan kegiatan perusahaan, baik secara keseluruhan, bagian-bagian, maupun secara individu yang diserahi wewenang dan tanggung jawab.
c)      Alat untuk mengukur tingkat biaya dari kegiatan-kegiatan perusahaan.
d)     Dasar atau bahan pertimbangan dalam menetapkan rencana kegiatan di masa datang
2.Pemilik Perusahaan
Dalam perusahaan-perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepda orng lain, seperti dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT), maka bagi pemilik perusahaan laporan keuangan berfungsi sebagai:
A)    Alat untuk menilai hasil yang telah dicapai oleh pimpinan perusahaan.
B)    Dasar penentuan taksiran keuntungan yang akan diterima di masa datang, serta perkembangan harga saham yang dimilikinya.
3.Kreditur dan Calon Kreditur
            Kreditur adalah orang atau badan, misalnya, bank yang memberikan pinjaman kepada perusahaan dalam bentuk uang atau barang.  Kreditur, banker, dan calon kreditur berkepentingan mengetahui laporan keuangan suatu perusahaan, khususnya perusahaan yang mengajukan permohonan kredit, yaitu untuk memutuskan pemberian kredit atau menemtukan jumlah kredit yang diberikan.

Kamis, 14 November 2013

contoh proposal usaha




PROPOSAL USAHA MAKANAN MIFKI (kue dan gorengan)








Di susun OLEH:
1. Miftakhul Khoiriyah         (17)






PROGRAM STUDI KEWIRAUSAHAAN
JURUSAN AKUNTANSI

SMK NEGERI 1 JOMBANG

Tahun 2013/2014


BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
            Risoles (bahasa Belanda: rissole) adalah pastri berisi daging, biasanya daging cincang, dan sayuran yang dibungkus dadar, dan digoreng setelah dilapisi tepung panir dan kocokan telur ayam. Hidangan ini juga dapat dipanggang di dalam oven, dan disajikan sebagai hors-d'oeuvre atau entrée ringan. Risoles berukuran kecil dapat dipakai sebagai hiasan untuk hidangan dari potongan besar daging unggas atau daging sapi. Isi risoles dapat berupa daging ayam, daging sapi, daging ikan, udang, jamur kancing, wortel, kentang, atau buncis. Adonan dadar dibuat dari campurantepung terigu, kuning telur, mentega (margarin), dan air atau susu. Dua jenis risoles yang dikenal di Indonesia adalah risoles sayuran bercampur daging tumis, dan risoles berisi ragout. Bentuk kue ini persegi panjangseperti amplop. Risoles berbentuk segitiga umumnya berisi ragout. Risoles dapat dimakan dengan saus kacang encer, sambal botol, atau cabai rawit.
            Pastel adalah semacam pastri yang dibuat dengan meletakkan isian di atas adonan, lalu dilipat dan ditutup rapat. Pastel dapat terasa manis atau gurih tergantung dari isian. Pastel dapat menjadi makanan yang mudah dibawa-bawa, sama seperti sandwich. Pastri manis umumnya berisi buah-buahan dan dibuat dari adonan pastri tipis atau puff pastri; pastri gurih umumnya berisi daging dan sayuran dan dapat dibuat dengan berbagai macam adonan. Pastel umumnya dipanggang, namun dapat juga digoreng.
            Kue dadar gulung(Bahasa Malaysia: kuih ketayap) (Dialek Sabah:kuih lenggang) merupakan penganan khas Indonesia dan Malaysia yang dapat digolongkan sebagai pancake yang diisi dengan parutan kelapa yang dicampur dengan gula jawa cair. Isi ini disebut unti. Kulit dadar gulung berwarna hijau karena diberi pewarna daun suji.
2.  Deskripsi Umum Perusahaan
MIFKI FOOD merupakan suatu kegiatan usaha yang bergerak di bidang makanan yaitu pembuatan kue (gorengan).
Kegiatan usaha ini bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam bidang kewirausahaan.




3.  Riwayat Perusahaan
MIFKI FOOD dibentuk oleh kami untuk berwirausaha dan sebagai implementasi dari mata kuliah manajemen industri jurusan pendidikan teknik elektro, Fakultas Pendidikan Kejuruan dan Teknologi, Universitas Pendidikan Indonesia.

4.  Visi dan Misi Perusahaan
VISI
Dengan berlandaskan iman dan taqwa MIFKI FOOD menjadi salah satu perusahaan yang paling maju, produktif, dan berkompetitif di Indonesia.                   

MISI
                1.    Menciptakan tenaga kerja yang ahli dan kompeten serta memiliki imtaq dan iptek yang kuat.
            2.    Memuaskan konsumen.
            3.    Menjadi perusahaan yang terdepan di bidangnya.
            4.    Memperluas lapangan kerja untuk kemakmuran mahasiswa dan masyarakat sekitar tempat                                                                produksi pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
5.  Jenis Usaha yang Dikelola
MIFKI FOOD bergerak di bidang makanan yaitu pembuatan kue (gorengan). Kami memilih usaha di bidang makanan karena usaha ini disesuaikan dengan kebutuhan dan dengan skill  yang kami miliki serta faktor pendukung yang memadai untuk megembangkan usaha ini.

6.  Jenis Usaha yang Direncanakan
Kami sepakat untuk membuat suatu usaha di bidang makanan yaitu pembuatan kue (gorengan). Dengan jenis kuenya yaitu Risol, Molen, Dadar Gulung, dan Pastel. Kami yakin usaha ini akan berkembang dengan baik karena kami sudah menjalin kerjasama dengan beberapa warung, kantin-kantin di setiap fakultas UPI, KOPMA UPI, serta beberapa kantin universitas lainnya.
7. MODAL
                 Modal kita dalam mendirikan sebuah usaha sebesar Rp. 15.000.000,-
      


BAB II
ASPEK PRODUKSI

A.  Alokasi Usaha
MIFKI FOOD berlokasi di jalan Gegerkalong Girang gang Gegersuni  1 NO 82.
Kami memilih lokasi tersebut, karena tempatnya dekat dengan daerah pemasaran. yaitu disekitar kampus-kampus terkemuka, dan warung-warung yang dekat dengan lokasi usaha tersebut.
B.  Bahan Baku
Bahan baku yang kami gunakan adalah:
I.      PASTEL
Bahan
Jumlah
Harga
Terigu
5 Kg
Rp. 25.000,-
Telur
3 Biji
Rp.   3.000,-
Mentega
¼ Kg
Rp.   7.500,-
Bumbu
-
Rp.   5.000,-
Minyak Goreng
1,5 Kg
Rp. 17.500,-
Bihun
1 Kg
Rp.   9.200,-
Wortel
5 Kg
Rp. 22.500,-
Gas
-
Rp.   6.750,-
Jumlah Total
Rp. 96.450,-



II.   RISOL
Bahan
Jumlah
Harga
Terigu
8 Kg
Rp.  40.000,-
Telur + Tepung Roti
-
Rp.    9.000,-
Wortel
10 Kg
Rp.  45.000,-
Kentang
1 Kg
Rp.    3.000,-
Bumbu
-
Rp.    5.000,-
Minyak
1,5 Kg
Rp.  17.500,-
Gas
-
Rp.    6.750,-
Jumlah Total
Rp. 126.250,-

           
III. MOLEN
Bahan
Jumlah
Harga
Pisang
10 Kg
                Rp. 30.000,-
Terigu
3 Kg
                Rp. 15.000,-
Gula Tepung
½ Kg
                Rp.   5.000,-
Mentega
¼ Kg
                Rp.   7.500,-
Minyak
1,5 Kg
                Rp. 17.500,-
Gas

                Rp.   6.750,-
Jumlah Total
                Rp. 81.750,-

IV. DADAR GULUNG
Bahan
Jumlah
Harga
Terigu
3 Kg
               Rp. 15.000,-
Gula
¼ Kg
               Rp.   2.500,-
Pewarna + Pengharum
-
               Rp.   3.000,-
Kelapa + Gula Aren
-
               Rp. 15.000,-
Minyak
1,5 Kg
               Rp. 17.500,-
Gas
-
               Rp.   6.750,-
Jumlah Total
               Rp. 59.750,-



JENIS MAKANAN
BIAYA
I.     PASTEL
                       Rp.   96.450,-
II.   RISOL
                       Rp. 126.250,-
III. MOLEN
                       Rp.   81.750,-
IV. DADAR GULUNG
                       Rp.   59.750,-
TOTAL BIAYA
                     Rp.  364.200,-




C.  Fasilitas dan Peralatan Produksi
Dalam kegiatan usaha ini kami menggunakan fasilitas yang diperoleh dari modal sendiri, yaitu sebagai berikut :

PERALATAN
JUMLAH
HARGA
Kompor gas
2 buah
Rp. 800.000,-
Gilingan
1 buah
Rp. 400.000,-
Katel
1 buah
Rp. 40.000,-
Penyaring
1 buah
Rp. 15.000,-
Susuk
1 buah
Rp. 10.000,-
Box Plastik
20 buah
Rp. 300.000,-
Tabung Gas
2 buah
Rp. 200.000,-
Pengocok
1 buah
Rp. 15.000,-
Plastik
-
Rp. 50.000,-
Baskom
4 buah
Rp. 80.000,-
Teplon
1 buah
Rp. 70.000,-
Nampan
1 buah
Rp. 20.000,-
Lain-lain
-
Rp. 100.000,-
TOTAL JUMLAH
Rp. 2.100.000,-



D.  Proses Produksi
Dalam proses produksi usaha ini diantaranya :
1.      Menyiapkan bahan yang akan digunakan
2.      Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan
3.      Memulai proses pengerjaan
4.      Membersihkan hasil pekerjaan agar lebih baik (finishing).
E.  Proses Pengerjaan
Dalam melakukan pekerjaan dilakukan dengan rincian sebagai berikut:
            Hari             : Senin – sabtu
            Waktu         : 03.00 – 06.00 WIB
                                   15.00 – 17.00 WIB












BAB III
ASPEK KEUANGAN

A. Rencana produksi
1.  Jenis produk                        = Kue (risol, pastel, dadar gulung, molen)
2.  Jumlah produksi                  = 1225 biji/hari = 31850 biji/bulan
                                                   
B. Biaya tetap
1.  Sewa rumah                        = Rp.   700.000 / bulan
2.  Peralatan                             = Rp.2.100.000               +  
Jumlah                                    = Rp.2.800.000

C. Biaya variabel
1.  Bahan baku                         = Rp.    364.200/ hari
                                              = Rp.9.469.200/  bulan
2.  Biaya overhead :
·         Listrik                          = Rp.   100.000/ bulan
·         Air minum                   = Rp.     60.000/ bulan
·         P3K                              = Rp.     40.000/  bulan
·         lain-lain                        = Rp.   100.000/ bulan          +
Jumlah                        = Rp.9.769.200                                                                             
*1 bulan kerja dihitung 26 hari

D.    Total Cost                      =  Rp.9.769.200
E.     Rencana pemasaran bulan pertama
            - Harga pokok                = total cost / jumlah produksi
                                                   = Rp.9.769.200/31.850
                                                   = Rp.306.7 dibulatkan Rp.310 /buah
            - Harga jual :                  = Rp.500        
     
BEP  unit untuk bulan pertama
            500 x = 310x+2.800.000+0
   (500-310) x = 2.800.000
                    x  = 2.800.000/190
                    x  = 14.737
Maka, 14.737/1225 = 12 hari
26 hari-12 hari         = 14 hari
Jadi, untuk mengembalikan semua biaya dengan keuntungan 0 rupiah kue harus terjual 14.737 buah sedangkan untuk menjual kue sebanyak 14.737 buah itu diperlukan waktu sebayak 12 hari. Masa produksi dalam sebulan adalah 26 hari, jadi keuntungan yang diperoleh dibulan pertama ini adalah hasil dari penjualan dalam 14 hari tersebut.
Revenue 1 = 14 hari x1225x 500 = Rp.8.757.000 kemudian, dikurangi gaiji pegawai tetap sebesar 900.000 x 7 orang = Rp.6.300.000. maka,8.757.000 - 6.300.000 = 2.457.000, jadi keuntungan bersih bulan pertama adalah Rp.2.457.000. itu jika seandainya semua biaya yang dikeluarkan ingin kembali dalam produksi bulan pertama.


F.  Rencana pemasaran bulan kedua
            - Harga pokok              = total cost / jumlah produksi
                                                     = Rp. Rp.9.769.200/31850
                                                  = Rp.306.7 dibulatkan Rp.310 /buah
            - Harga jual                  = Rp.500


BEP  unit untuk bulan selanjutnya :
            500 x = 310x+700.000+0
   (500-310) x = 700.000
                    x  = 700.000/190
                    x  = 3.684.2 dibulatkan 3.685
Maka, 3.685/1225  =   3.5 hari
26 hari - 3.5 hari    = 22.5 hari
Revenue 2 =  22.5 hari x 1.225 x 500 = Rp.13.781.250 dikurangi gaiji pegawai tetap sebesar 900.000 x 7 orang = Rp.6.300.000. maka, 13.781.250 - 6.300.000 = 7.481.250, jadi keuntungan bersih bulan kedua dan selanjutnya adalah Rp. 7.481.250.


BAB IV
KEGIATAN PASAR DAN PEMASARAN
                       
A.  Lingkungan Usaha
Di Bandung tepatnya di Gegerkalong jenis usaha di bidang makanan khususnya kue memiliki peluang yang sangat menjajikan, karena makanan adalah kebutuhan primer manusia, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah mahasiswa UPI sekitar lebih dari 50.000 mahasiswa dan penduduk di Gegerkalong dan sekitarnya. Oleh karena itu kami bertekad mengembangkan usaha pembuatan kue (gorengan), karena ditunjang dari banyaknya  peluang  dalam mengembagkan jenis usaha ini.

B.  Kondisi Pasar
Jika melihat kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha yang sama, memang sudah cukup banyak. Tetapi, kami menyiasatinya dengan inovasi berbeda dari produk-produk  yang sudah ada. Yaitu, dengan inovasi rasa yang lebih enak, ukuran yang lebih besar, harga yang ekonomis, dan yang paling penting sehat dan higienis. Dengan ini, kami yakin produk yang kami miliki mampu bersaing dan laku dipasaran.
C.  Rencana Pemasaran
Dengan usaha kue (risol, pastel, molen, dan darlung) yang sudah memiliki pelanggan tetap, maka kami akan menambah pemasarannya dengan membuat brosur untuk mencari agen yang mau menjualnya, sehingga akan ada banyak yang membantu untuk mengembangkan usaha ini. Seperti mahasiswa yang menjual di kampus, dan menurut pengalaman cara ini berhasil dengan baik.











BAB V
FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG

Setiap usaha yang dijalankan, pasti ada yang sukses dan ada yang belum sukses seperti halnya usaha ini. Ada beberapa hal yang menurut kami akan menghambat dan sangat mendukung dalam menjalankan usaha ini.
A.  Faktor penghambat tersebut diantaranya :
            1.  Banyaknya usaha yang sama
            2.  Harga bahan baku yang tidak stabil.
Tapi kami sudah merencanakan untuk memecahkan masalah faktor penghambat tersebut diantaranya yaitu dengan berhati–hati dalam mengelola setiap anggaran dana yang akan dikeluarkan. Sedangkan untuk mengatasi faktor yang kedua, yakni harga bahan baku tidak stabil, kami menyiasatinya dengan membeli bahan baku langsung kepada petani setempat agar memperoleh harga yang lebih murah.
B. Faktor pendukung usaha ini diantaranya :
            1. Kondisi tempat, dan peralatan yang memadai
            2. Higienis dan harga yang relatif terjangkau
            3. Merupakan salah satu bagian produk yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat.
C. ANALISIS SWOT
a. Strength (kekuatan)
Ø  Memiliki SDM dengan etos kerja yang baik.
Ø  Memiliki banyak relasi pemasaran, seperti warung, kantin-kantin di setiap fakultas UPI,          KOPMA UPI, serta beberapa kantin universitas lainnya.
Ø  Harga produk ekonomis dan higienis.
Ø  Inovasi rasa yang berbeda dengan produk lainya.
b. Weakness (kelemahan)
Ø  Kurangnya modal untuk menjalankan bisnis ini.
Ø  Harga bahan baku yang tidak stabil.
c. Opportunity (peluang/kesempatan)
Ø  Mitra kerja yang banyak.
Ø  Budaya masyarakat yang konsumtif.

d. Threat ( hambatan)
Ø  Banyaknya kompetitor yang bergerak dibidang yang sama.

















BAB VI
PENUTUP

A.  ANTISIPASI MASA DEPAN
            Sebagai wirausahawan yang baik, kami tidak akan membiarkan usaha ini berjalan secara mendatar. Kami akan terus mencoba memperbaiki kualitas pekerjaan kami, agar para peminat dan konsumen puas atas kue yang kami buat. Karena apabila kualitas kue kami tidak kami tingkatkan kemungkinan besar usaha ini tidak akan maju, dan terancam bangkrut.
B. KESIMPULAN
            Menurut kami usaha ini dapat berkembang dan akan mencapai keberhasilan. Kami sangat yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus berkembang karena dilakukan oleh orang–orang yang mempunyai kualitas dalam menjalankan setiap pekerjaan. Kami sadar bahwa usaha ini tak akan langsung berkembang pesat tapi kami akan terus berjuang untuk terus menjalankan dan mengembangkan usaha ini.